Selasa, 08 Juli 2014

Paket Lebaran

HONDA CITY VTEC AT 2006 SILVER STONE, GRATIS BBN

TDP 15.800.000 angs. 3.784.000 x 35
TDP 16.500.000 angs. 3.098.000 x 47

HONDA > CRV 2.4 AT 2005 

TDP 12.500.000 angs. 3.879.000 x 47
TDP 13.000.000 angs. 4.599.000 x 35

HONDA > JAZZ IDSI AT 2006 SILVER STONE 

TDP 14.500.000 angs 3.651.000 x 35
TDP 14.000.000 angs 3.079.000 x 47

HONDA > STREAM AT THN 2006 

TDP 14.500.000 angs. 4.541.000 x 35
TDP 14.000.000 angs. 3.830.000 x 47

HYUNDAI > GETZ 1.3 AT THN 2005 

Tdp 14.000.000 angs 2.466.000 x 35
Tdp 14.000.000 angs 2.071.000 x 47

HYUNDAI > TRAJET MT THN 2004 

TDP 11.500.000 ANGS  2.376.300 X 35 BLN
TDP 12.000.000 ANGS 1.943.000 X 47 BLN

NISSAN > GRAND LIVINA XV AT 2009 SILVER 
TDP 18.000.000 ANGS. 3.930.000 X 35
TDP 18.000.000 ANGS. 3.290.000 X 47

NISSAN > LIVINA XR AT 2008 
TDP 10.500.000 angs. 3.589.000 x 35
TDP 11.500.000 angs. 2.961.000 x 47

NISSAN > SERENA HWS AT 2005 
TDP 18.500.000 angs 3.925.000 x 35
TDP 18.200.000 angs 3.318.000 x 47

SUZUKI > APV GX 2007 CHAMPAGNE 
TDP 12.500.000 angs. 3.209.000 x 35
TDP 16.000.000 angs. 2.539.000 x 47

SUZUKI > SX4.X-OVER AT 1.5 THN 2007 
TDP  16.000.000  ANGS 3.779.000 X 35
TDP  16.000.000  ANGS 3.099.000 X 47 


TOYOTA > AVANZA G MT THN 2010, SILVER
TDP 11.500.000 angs. 4.158.000 x 35
TDP 14.000.000 angs. 3.346.000 x 47

TOYOTA > VIOS G AT 2003 
TDP        Rp. 13.000.000 angs. 2.915.000 x 35
TDP        Rp. 13.000.000 angs. 2.425.000 x 47 

Harga sewaktu-waktu dpt berubah, all foto di www.iebiecar.com

Kamis, 21 Februari 2013

TOYOTA‎ > ‎ VIOS LIMO 2004 SILVER



KONDISI    : ex blue bird, VR, pajak hidup, plat B Tangerang, RT SD 
Harga        Rp. 72.000.000

Selasa, 01 Januari 2013

Obvervasi Akhir Tahun : Pesimisme Penerapan Plan Nomer Ganjil Genap


Obvervasi Akhir Tahun : Pesimisme Penerapan Plan Nomer Ganjil Genap

Twitter : @SenyumDunia
Observasi akhir tahun kali ini akan saya awali dengan sorotan seputar wacana penerapan plat nomer ganjil genap yang menurut rencana akan mulai diberlakukan mulai tahun depan.
Pada dasarnya saya mengerti apa yang hendak dicapai dari rencana ini. Apalagi kemacetan di Jakarta memang terasa semakin parah dari hari ke hari. Sebagai Gubernur yang perduli masalah yang dihadapi warganya kita patut bersyukur jika Gubernur kita secara kongkret mulai memikirkan cara untuk mengatasi kemacetan.
Namun di sisi lain, saya sangat pesimis dan sejujurnya berharap agar wacana ini tidak direalisasikan. Wacana ini yang awalnya dilontarkan oleh mantan gubernur Sutiyoso memang berjalan dengan baik di Bogota, namun seperti yang dinyatakan bang Yos di beberapa media, ia melihat adanya kemungkinan jika program ini membuka peluang adanya plat nomer ganda dan memberikan jalan bagi orang kaya yang mampu memiliki lebih dari satu mobil untuk mengakali sistem ini. Alasan ini pula yang mendasari dibatalkannya wacana ini.
Persisnya saya tidak tahu mengapa pak Jokowi memikirkan kembali untuk merealisasikan program ini. Sebelumnya akhirnya diterapkan, terlalu dini memang untuk mengambil kesimpulan jika program ini tidak akan berjalan. Dari yang saya dengar pemerintah DKI juga kabarnya akan menggencarkan sosialiasi demi terlaksananya program ini, dan melakukan berbagai upaya di antaranya dengan menerapkan stiker, pengerahan polisi untuk memantau para pelanggar sekaligus pemasangan CCTV.
Sepintas lalu, program ini terlihat baik. Namun demikian saya mengkhawatirkan efektifitas dari program ini. Kita lihat saja situasi di jalan-jalan protokol Jakarta. Ada kalanya, malah mungkin hampir setiap harinya ruas jallan ini dipenuhi kemacetan di luar jam sibuk sekalipun. Jumlah kendaraan pribadi yang melewati ruas jalan inipun dan jalan tol pun tidaklah sedikit. Bahkan ada yang berpendapat salah satu penyebab kemacetan adalah adanya ketidak seimbangan antara ruas jalan dan jumlah kendaraan yang terus meningkat.
Ini berarti, secara kasat mata saja akan sulit untuk mendeteksi setiap kendaraan yang lewat. Jika kebijakan ini diterapkan saya tidak yakin jika jumlah polisi yang ada ditambah lagi dengan kehadiran kamera CCTV dapat mendeteksi setiap plat nomer kendaraan yang masuk. Jika ini terjadi, tentu saja kemacetan masih tidak dapat dihindari karena mendorong para pengguna kendaraan untuk mengambil kesempatan di dalam kesempitan.
Selain itu sanksi yang diterapkan juga tidak terlalu jelas, aturan ini akan menjadi percuma jika para pelanggar tidak ditindak. Sebaliknya jika kita mengacu pada kekhawatiran bang Yos, saya juga memikirkan kemungkinan adanya diskriminasi, mengingat orang kaya mampu membeli lebih dari satu mobil dan kepemilikan plat nomer ganda bukanlah sesuatu yang sulit untuk dilakukan terkecuali jika kepolisian memiliki sistim yang canggih yang menampung data kendaraan pribadi di Jakarta dan kamera dengan daya zoom tinggi yang mampu mendekteksi para pelanggar hingga target dari program ini dapat tercapai.
Solusi yang saya pikirkan adalah memaksimalkan penggunaan umum. Solusi ini tentu saja tidak murah, karena biaya untuk memperbaiki dan menyediakan infra struktur pendukung juga tidak murah. Di sisi lain, jika Jakarta memiliki angkutan umum yang aman, nyaman dan terjangkau, bukan tidak mungkin secara berkala, jumlah pengguna kendaraan umum akan meningkat dan dengan sendirinya penggunaan kendaraan pribadi di dalam kotapun diharapkan akan berkurang.
Lebih spesifik lagi, idealnya orang tidak lagi memikirkan menggunakan kendaraan pribadi untuk berangkat kerja misalnya. Tetapi jika penggunaan pribadi dapat dibatasi dengan didukung fasilitas parkir yang memadai di stasiun kereta dan atau terminal bus, hingga pengguna kendaraan pribadi dapat melanjutkan sebagian rute hariannya dengan menggunakan kendaraan umum.
Jika semuanya berjalan sesuai rencana, tidak lama lagi masyarakat Jakarta akan menikmati MRT. Sebagai salah seorang warga Jakarta, saya sudah tidak sabar melihat operasional dari sistem ini. MRT bukanlah langkah terakhir yang dapat dilakukan pemda DKI, karena jika saya tidak salah pak Jokowi juga berencana (dan mudah-mudahan sudah direalisasikan) meremajakan bus-bus kota seperti metro mini dan Kopaja. Dengan kata lain, kita sama-sama memaklumi jika membenahi sistem angkutan umum di Jakarta sekaligus mengatasi kemacetan bukan perkara mudah dan membutuhkan waktu.
Kita tunggu saja bagaimana secara keseluruhan program ini berjalan. Jika toh penerapan plat nomer ganjil genap jadi juga diterapkan saya berharap akan berjalan dengan baik dan lancer, dan apa yang saya khawatirkan tidak terjadi.

Kikis Lemak Perut Tanpa Diet dan Olahraga

A A A
Aneka - Hari ini Pkl. 00:02 WIB
Tubuh ideal dengan lekukan seksi akan segera Anda dapatkan. Tidak perlu menahan lapar sepanjang hari dengan diet ketat. Anda cukup menerapkan rumusan lama: mengunyah makanan selama 30 detik. Menurut para ahli, cara ini dipercaya dapat mengikis timbunan lemak terutama di bagian perut.
Penelitian terbaru menunjukkan efek mengunyah selama 30 detik dan nafsu makan. Ketika Anda mengunyah dengan baik, keinginan untuk mengkonsumsi makanan kecil seperti cokelat, permen, dan keripik akan otomatis berkurang. 

Para psikolog dari University of Birmingham meneliti pola makan 43 relawan wanita saat makan siang. Mereka mendapatkan menu sepiring daging asap dan sandwich keju. 

Sepertiga dari relawan ini diminta makan dengan pola seperti biasa, dan sepertiga lainnya diminta untuk mengunyah setiap suapan selama 30 detik sebelum menelannya. Dua jam setelah makan siang, para ahli juga menyajikan semangkuk permen rasa buah berlapis cokelat.

Hasil menunjukkan jika kelompok yang mengunyah makanan lebih lama, secara psikologis mengalami kejenuhan dan merasa tidak tertarik lagi atau tidak menikmati makanannya, dibandingkan dengan mereka yang makan dalam kecepatan normal.

"Efek dari mengunyah lama ini yang mungkin membuat mereka menjadi mengurangi makanan," papar salah satu peneliti seperti dikutip Daily Mail. Dalam sebuah studi lain, para peneliti di China juga menemukan jika mengunyah makanan sebanyak 40 kali akan menurunkan asupan kalori sebanyak 12 persen.

Seorang ahli gizi di St George Hospital di London pun menyarankan metode ini sebagai pendekatan terbaik bagi Anda yang berkeinginan menurunkan berat badan. Ini juga yang menjadi rahasia aktris Hollywood Gwyneth Paltrow untuk menjaga tubuh idealnya. Ia telah menerapkan cara makan "lamban" ini selama bertahun-tahun. (vn)

Nyawa Pasien Kanker Terselamatkan Berkat Donor Hati dari Sapi


Jakarta, Kanker hati seringkali menjadi momok yang mengerikan karena baru terdeteksi ketika penyakitnya sudah kronis. Saat itu, sebagian besar hati sudah rusak dan hampir tak dapat diperbaiki. Kalau sakit hati manusia sudah tak dapat terobati, hati dari sapi ternyata bisa menjadi pengganti.

Pengobatan menggunakan hati sapi ini sebenarnya masih baru dan baru beberapa kali diterapkan pada manusia. Seorang wanita asal Inggris adalah salah satu yang menjalani pengobatan ini dan nyawanya berhasil terselamatkan. Keberhasilan ini membuka kemungkinan dilakukannya transplantasi organ dari hewan atau xenotransplantation.

Awalnya Michelle Morgan-Grainger (42 tahun) sering mengalami rasa sakit di bagian samping tubuhnya. Gejalanya mirip otot kaku dan dokter menduga ia memiliki batu empedu. Namun hasil pemeriksaan menemukan adanya kanker seukuran 15 cm. Untungnya, sel kanker tidak menyebar ke bagian lain di tubuhnya. Dokter menyarankan untuk menjalani operasi.

Setelah dirujuk ke pusat spesialis hati di Aintree University Hospital, wanita asal Liverpool ini ditawari untuk menjalani pengobatan menggunakan hati sapi. Michelle pun menyanggupinya. Setelah menjalani operasi selama 10 jam, 80 persen hati Michelle dibuang. Bahkan 75 persen pembuluh darah Inferior Vena Cava (IVC) di hatinya yang juga ikut disingkirkan.

Pembuluh darah tersebut terletak di dekat hati bagian belakang dan berfungsi mengembalikan darah dari bagian bawah tubuh kembali ke jantung. Pembuluh darah IVC ini kemudian direkonstruksi dengan patch atau koyo yang terbuat dari lapisan luar hati sapi yang disebut pericardium. Tiga bulan kemudian, Michelle sudah kembali bekerja dan terbebas dari kanker 18 bulan berikutnya.

"Ini adalah prosedur yang panjang, kompleks dan hanya ditawarkan di beberapa tempat di dunia. Operasi ini disebut trisectionectomy hati," kata Hassan Malik, konsultan ahli bedah hepatobilier di Aintree University Hospitals seperti dilansir Daily Mail, Senin (31/12/2012).

Menurut Malik, hanya ada 5 tempat di Eropa yang berpengalaman menjalankan prosedur tersebut. Sampai saat ini ada sekitar 150 pasien di seluruh dunia yang telah diobati menggunakan metode ini. Patch dari sapi ini lebih banyak digunakan pada operasi jantung. Pada penyakit hati, baru ada 6 kasus yang ditangani menggunakan metode ini, 4 di antaranya dilakukan oleh dr Malik.

Hati adalah satu-satunya organ dalam tubuh yang memiliki kemampuan regenerasi. Selama 3 bulan, potongan hati yang tersisa bertumbuh kembali ke ukuran aslinya. Tapi dokter harus menciptakan struktur pembuluh darah IVC. Hati dari sapi ini berfungsi sebagai dinding yang memberi panduan pertumbuhan hati dan sel-sel pembuluh darah yang sudah rusak.

Yang membuat operasi hati pada kasus Michelle spesial adalah penggunaan bahan dari sapi serta banyaknya pembuluh darah IVC yang harus dibuang. Biasanya, untuk operasi ini lebih sering menggunakan bahan plastik sintetik. Namun risikonya bisa menyebabkan infeksi dan memunculkan bekuan darah setelah operasi.

"Dengan bahan sapi, risikonya drastis bisa dikurangi. Pasien terhindar dari kebutuhan penggunaan obat pengencer darah jangka panjang yang memiliki efek samping. Bahan sapi telah melalui proses kimia untuk menghilangkan risiko infeksi, artinya kita hampir dapat mendapatkan IVC tanpa harus mengambil pembuluh darah manusia yang lain," terang dr Malik.

Bahan dari sapi memiliki ketebalan yang sama, fleksibel dan mudah dipotong untuk dibentuk dan dijahit. Sedangkan bahan sintetis cenderung lebih kaku. Selain itu, bahan dari sapi akan tumbuh menjadi bagian tubuh pasien dan bertahan lama.
Putro Agus Harnowo - detikHealth